Bahagia yang Sederhana

100%

Bahagia yang Sederhana

Aku kira bahagia harus datang dengan sesuatu yang besar.

Rumah yang luas,

uang yang cukup,

nama yang dikenal banyak orang,

atau seseorang yang tak pernah pergi.


Ternyata aku salah.

Kadang bahagia cuma sesederhana

bangun tanpa beban di kepala,

mendengar suara ibu dari dapur,

atau duduk sore-sore sambil melihat langit berubah warna.


Ada hari-hari

ketika hidup terasa begitu berat.

Kita berjalan sambil membawa banyak hal

yang tak pernah sempat diceritakan.

Tapi kemudian,

entah bagaimana,

ada satu sore

yang membuat kita ingin tersenyum lagi.


Bukan karena masalah sudah selesai.

Hanya saja,

untuk pertama kalinya

kita tidak terlalu takut menghadapinya.

Mungkin memang begitu cara bahagia bekerja.


Ia tidak selalu mengetuk pintu

dengan membawa kabar baik.

Kadang ia datang diam-diam,

menyelinap lewat tawa teman,

lewat secangkir kopi yang masih hangat,

atau lewat pesan singkat:

“Jangan lupa istirahat.”


Dan saat malam tiba,

aku mulai mengerti

ternyata hidup tidak harus selalu sempurna

untuk bisa disebut indah.


Selama masih ada alasan

untuk bangun esok pagi,

masih ada orang yang ingin kita temui,

dan masih ada sedikit harapan

yang belum kita lepaskan,


mungkin...

itu sudah cukup

untuk menyebut hari ini

sebagai kebahagiaan.

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: