Aku kira bahagia harus datang dengan sesuatu yang besar.
Rumah yang luas,
uang yang cukup,
nama yang dikenal banyak orang,
atau seseorang yang tak pernah pergi.
Ternyata aku salah.
Kadang bahagia cuma sesederhana
bangun tanpa beban di kepala,
mendengar suara ibu dari dapur,
atau duduk sore-sore sambil melihat langit berubah warna.
Ada hari-hari
ketika hidup terasa begitu berat.
Kita berjalan sambil membawa banyak hal
yang tak pernah sempat diceritakan.
Tapi kemudian,
entah bagaimana,
ada satu sore
yang membuat kita ingin tersenyum lagi.
Bukan karena masalah sudah selesai.
Hanya saja,
untuk pertama kalinya
kita tidak terlalu takut menghadapinya.
Mungkin memang begitu cara bahagia bekerja.
Ia tidak selalu mengetuk pintu
dengan membawa kabar baik.
Kadang ia datang diam-diam,
menyelinap lewat tawa teman,
lewat secangkir kopi yang masih hangat,
atau lewat pesan singkat:
“Jangan lupa istirahat.”
Dan saat malam tiba,
aku mulai mengerti
ternyata hidup tidak harus selalu sempurna
untuk bisa disebut indah.
Selama masih ada alasan
untuk bangun esok pagi,
masih ada orang yang ingin kita temui,
dan masih ada sedikit harapan
yang belum kita lepaskan,
mungkin...
itu sudah cukup
untuk menyebut hari ini
sebagai kebahagiaan.
Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya