STATUS

100%

STATUS

Andai ku di posisimu

Ku pasti lebih baik


Begitulah pikirku


Tapi... benarkah begitu?


Setelah melihatmu jadi seperti itu

Yang mengatakan...


"Aku pasti lebih baik"

"Aku pasti lebih bijaksana"


Lucunya, itu hanya angin semata


Dirimu tetap seperti pendahulu

Pendahulu yang telinga dan mata


Sudah tak berfungsi seperti katamu


Apakah itu adat-istiadat?


Setiap generasi ada penerusnya


Tapi mengapa harus begini?


Kenapa yang diwariskan bukan kebijaksanaan?

Melainkan keegoisan dan ketidakpedulian


Sekarang ku bingung...


Takut...


Kalau aku di sana

Aku pun jadi penerus adat-istiadat


Yang katanya harus dijunjung tinggi

Tapi tak punya hati nurani?


Inderaku pun bisa saja mati

Seperti mereka yang lebih dulu


Mendengar tanpa mendengarkan

Melihat tanpa memahami


Aku melihat saudara-saudaraku menunduk

Saat kata-katanya dibungkam


Aku melihat saudara lain tertawa hambar

Saat yang lainnya menghapus air matanya


Aku melihat saudara-saudaraku diam

Saat hak mereka dirampas dengan alasan "adat"


Mungkin inilah yang terbaik


Melihat serta mengamati

Menasehati lalu mengadili

Menyimpan kata di balik senyuman

Menyembunyikan luka di balik aturan


Tapi aku tak ingin begitu...


Aku ingin suaraku tak hanya menggema,

Tapi juga menggugah hati yang mendengarnya

Aku ingin mataku tak hanya melihat,

Tapi juga dipahami


Semoga nanti...


Adat yang menekan itu hilang ditelan bumi

Hilang, serta lenyap tanpa jejak


Tapi berganti menjadi yang lebih baik

Yang tak hanya diwariskan,

Tapi juga dipertahankan

Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke: