MS Publishing
Sampul Dok Oh Dokter #1

Dok Oh Dokter #1

Oleh Isrina Sumia

Diskusi Forum

Jadi affiliator, dapat komisi tiap ada yang checkout lewat link Anda.

Novel A5 (14.5 x 20.5 cm) Bookpaper 540 halaman Terbit 11 Januari 2020 QRCBN Terverifikasi

"Kenapa harus diinfus? Apa semua orang yang dirawat harus diinfus?" tanyaku seorang cleaning service pada perawat yang bertugas seraya membantunya menyiapkan peralatan.

"Tidak selalu orang sakit harus diinfus. Infus dianjurkan atau diberikan kepada pasien karena beberapa alasan antara lain: kurang nutrisi, cairan, infus juga dapat digunakan sebagai jalur pemberian obat, dengan menyuntik obat kedalam infus dan akan mengalir ke pembuluh darah, kalo pasien belum perlu diinfus tandanya dia belum parah Sul, masih bisa rawat jalan. Ada obat-obatan yang hanya bisa dimasukkan melalui pembuluh darah."

Aku mengangguk, kurekam dan setelahnya pasti aku catat. Aku memang hanya seorang cleaning service. Bekerja di rumah sakit sudah menjadi cita citaku sejak kecil dan harapan kedua orang tuaku.

Aku pergi ke kota melamar di rumah sakit dan siapa sangka jabatanku hanya tukang bersih bersih. Namun, kepada orang tuaku kukatakan aku bekerja sebagai tenaga medis. Kata orang aku cerdas berbakat, kenyataannya memang iya, nilai kelulusan SMA ku sangat sempurna, bisa masuk jurusan kedokteran tapi sayang tak ada biaya.

Meski begitu, di sini aku bisa belajar, bahkan bisa mengobati Bapakku di kampung yang sakit gula karena sering mencatat setiap masukan yang dokter berikan pada pasien di UGD tempatku bertugas.

Sampai suatu hari siapa sangka, seorang dokter yang bertugas di UGD mendekatiku dan meminta untuk merawat neneknya yang sakit parah parah di VIP, sebagai imbalan aku akan diberikan uang tambahan. Lumayan buat Tabungan Pendidikan.

Perjalanan hidupku barulah dimulai, setelah aku merawat Neneknya. Aku baru tahu jika dokter yang mempekerjakanku memiliki masalah internal rumah sakit. Dirnya adalah pewaris tahta Kerajaan rumah sakit tempat kubekerja. Dan tahtanya hanya diberikan oleh Nenek ketika dia sudah menikah. Akhirnya dia memberikan penawaran menarik buatku,

“Kalo kamu mau menikah sama saya, saya akan bantu kuliahkan kamu sampai lulus jadi dokter.”

“Menikah dengan dokter!” seruku girang. Siapa yang tak mau, menikah dengan lelaki berparas artis korea, dokter pula.

“Hanya pura pura!” katanya ketus aku diam. “Ngaca! Kamu cuma cleaning service!” tandasnya aku menunduk terluka.

“Gimana mau enggak?” tanyanya.

Mengingat Impian orang tuaku untuk bisa melihat anaknya jadi tenaga medis, akhirnya aku menerima. Tidak ada hubungan suami istri betulan setelah tahta dia dapatkan dia akan menceraikanku dan aku bisa kuliah sampai lulus dengan tenang. Tapi siapa sangka, selama aku menjadi istri pura puranya aku justru banyak menemukan luka di matanya, luka yang akhirnya membuatku benar benar jatuh cinta … tapi tak tahu dirinya.

Fisik

Rp 135.000

Rp 94.500 Diskon 30%

Stok Tersedia ( 9)

Ada pertanyaan? Hubungi kami
Ulasan Pembeli

Belum ada ulasan untuk buku ini.