“ Pagi itu, Yogyakarta masih diselimuti udara sejuk. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, sementara suara gamelan modern terdengar lembut dari pengeras suara di lobi Hotel Pradana.”
“ Rumah adalah tempat di mana seseorang tahu bahwa ia akan selalu ditunggu.”
“ Aku mengunci semua pintu. Lalu mengeluh karena kesepian. Aku membangun tembok-tembok tinggi. Lalu bertanya mengapa tak ada yang bisa menjangkaunya. Aku menjauh sebelum ditinggalkan. Aku membeku sebelum disakiti. Aku pergi sebelum dicampakkan. Dan diam-diam, aku menghukum orang-orang yang tidak bersalah atas dosa yang dilakukan orang lain.”
oleh Marion D'rossi
Dibagikan oleh Sipajao
“ Aku mencintaimu sepenuh napas, bahkan ketika dunia mengeruhkan langkahmu, aku tetap menjadi lelaki yang berdiri paling depan, mengadang luka apa pun demi memastikan kau tetap merasa pulang.”
“ Melainkan karena setiap helaan yang keluar terasa membawa sedikit demi sedikit kebisingan yang memenuhi kepalaku. Seolah semua yang sesak di dalam sana ikut menguap bersama asap yang larut ke gelapnya malam.”
“ Isapan pertama menggores tenggorokan. Hangat. Lalu perlahan berubah dingin. Asap memenuhi paru-paru, sebelum akhirnya kulepaskan pelan ke udara yang bisu.”