Sebuah refleksi tentang perjalanan manusia dalam setiap pertemuan dan hubungan yang dijalani. Tentang bagaimana kita bisa menjadi seseorang yang terluka, sekaligus tanpa sadar menjadi alasan orang lain terluka. Tidak semua rasa sakit hadir untuk menghancurkan; sebagian justru menjadi ruang untuk belajar memahami diri, menerima kesalahan, memaafkan, dan bertumbuh. Karena pada akhirnya, kedewasaan bukan tentang tidak pernah menyakiti atau disakiti, melainkan tentang apa yang kita pilih untuk lakukan setelahnya.
Suka & komentar per bab tersedia di halaman baca tiap bab.
Belum ada ulasan.