The Journey of Eternity

Bab 1 dari 7

Bab 2
100%

Bab 1: permulaan

Uhum. . . 

“Baiklah disini aku, Sang author ini untuk menjelaskan awalan pada kalian.”


Aku memegang dagu ku, dengan tangan kanan ku, lalu mataku memutar untuk memikirkan sesuatu.


“Bagaimana aku mengawalinya ya?. . “

“Darimana aku harus menjelaskannya ya?.”


“Ah aku ada ide!.”


Dahulu karakter kesayangan ku. . .

MAKSUDKU CREATOR!


Membuat dunia ini untuk menggapai impiannya, sekaligus bersembunyi dari kejaran musuh.

Dia berhasil mendapatkan waktu dimana ia dapat bahagia dengan keluarganya.


Namun, ada suatu hal yang menyebabkannya terjebak dalam dunia buatannya sendiri.


Tapi, ini bukanlah cerita tentang dirinya. . .

Tetapi ini cerita tentang suatu makhluk yang berada dalam dunia yang creator itu buat.


Dalam semesta itu terdapat planet yang dihuni oleh para roh kuno dan elf, dalam planet itu pula ada salah satu kerajaan di tengah planet.


Kerajaan tersebut dinamai dengan kerajaan Winter, sesuai dengan nama sang raja pertama.

Namun, kalian tidak seharusnya berpikir kalau kerajaan ini benar benar berada dalam musim dingin, kerajaan ini berada tetap di musim semi, ditumbuhi oleh banyak pohon sakura bermekaran setiap harinya.


Akibat beberapa tragedi yang membuat Creator seperti lenyap begitu saja, dan keturunan dari sang roh agung dimensi yaitu Winter dan saudari kembarnya menutup diri.


Hingga saat ini, kerajaan Winter masihlah menutup diri dari dunia luar.


Mungkin memang ada beberapa dari mereka yang keluar kerajaan, namun itu sangatlah jarang.


Bahkan orang luar menyebutkan, jika mereka melihat klan Winter di luar, maka mereka akan mendapat sebuah keberuntungan.


Mereka mungkin memiliki wujud mirip sebagaimana manusia dikarenakan kecacatan genetik akibat perkawinan sedarah.


Rambut putih mereka yang bagaikan salju.”Mungkin karena itulah mereka dinamai Winter.”Begitulah kata orang orang.


Hari ini adalah hari kelahiran pangeran kedua kerajaan Winter yang telah mereka nantikan.


Seluruh warga senang akan kelahiran sang pangeran.


Hal ini dikarenakan mereka melihat cahaya indah turun saat malam kelahiran nya.


Pesta perayaan pun diselenggarakan dengan megah di seluruh kerajaan Winter, tarian, musik mengelilingi pulau, bahkan bunga pun mekar menyambut sang pangeran.


Namun itu tak berlaku bagi sang dokter, saat ia membantu persalinan.


Bayi yang lahir itu tak menangis sedikit pun, bahkan sang dokter merasa seperti memegang sebuah boneka ketimbang bayi yang barulah lahir.


Setelah sang dokter membersihkan darah sang ibu dari bayi itu, dan menaruhnya.


Ia meninggal menjadi abu.


Nama Pangeran itu adalah Ichigo Winter, saat setelah sang dokter menjadi abu, ia membuka matanya.


Orang orang terkecuali sang ibu yang telah terlelap pun melihat warna mata tersebut.


Warna mata yang sama seperti ibu Winter pertama “Yuki White” sang roh agung dimensi, warna merah bak permata ruby.


Semua orang di sana beralih rasa, dari takut menjadi kagum, keheningan terjadi beberapa saat, hingga sang Duke Snow berbicara.

“Mungkinkah ia adalah jiwa sang ibu yang dulu telah diramalkan?.”


Mereka berbisik, saling menengok satu sama lain.

Mereka pun memutuskan untuk melindungi nya, karena mereka yakin. . .


Kutukan kematian yang terjadi saat ini adalah karena sang Dewan Kehidupan “Enterprise Forest”.


Mereka tidak benar benar dekat dengannya ataupun jauh darinya.


Setelah Ichigo berhenti menyusui, Sang ibu ratu sudah tidak bisa lagi memegangnya karena kutukan itu, ia merasa dalam dadanya sesak tak terhingga, ia menahan semua rasa itu, dan pergi menjauhi putranya.


hingga beberapa waktu kemudian...


Pangeran pertama Eternal Winter, menghilang di retakan waktu yang sangat besar saat melakukan ekspedisi di luar sebagai dalih untuk kabur dari tahta.

Ia berpesan pada saat terakhir ia di kerajaan.

“Aku melakukan ini, untuk penebusan dosa ku, aku sungguh minta maaf.”


Membuat adiknya Ichigo Winter harus menjalani pelatihan untuk menjadi raja.


Ichigo tak pernah memikirkan menjadi raja sebelumnya, ia hanya berpikir untuk mengamati sekitarnya, agar ia dapat meniru semua emosi yang seharusnya ia perlihatkan.


“Mengerti sebuah emosi saja aku belum bisa, bagaimana dengan menjadi raja dengan tanggung jawab berlimpah?.” Ucap Ichigo sambil menggoreskan kayu pada tanah.


1 Minggu kemudian Ichigo yang mencapai umur 7 tahun.


Ia sekarang tersesat ke hutan.


Dikarenakan kutukan kerajaan, apabila anak kerajaan yang belum menerima berkat akan terus tersesat(buta arah), ini semua akibat pernikahan sedarah dari Winter pertama dan adik kandung kembarnya, itulah mengapa anak kerajaan yang belum menerima berkat akan dikawal untuk mencegah tersesat dan di teleportasi oleh kekuatan mereka sendiri.


"Wah kayaknya aku tersesat."Ucap Ichigo dengan muka datar.


Ia berjalan terus menerus, bahkan tak terasa 3 jam telah ia lalui.


Tiba tiba terdengar suara ledakan, burung burung terbang menjauh dari sumber suara, teriakan orang bergema di seluruh pulau, Ichigo pun menuju ke arah suara, dan ternyata suara itu berasal dari istana nya .


Seorang wanita berambut pirang bergelombang, bermata biru, memakai seragam militer hitam, menginjak salah satu kepala mayat yang telah ia mutilasi .


Darah menggenang di seluruh kerajaan Winter, bau anyir tersebar dimana mana, darah dari potongan mayat warga dan bangsawan yang mengisolasi diri mengalir segar terus tanpa henti, di balik pohon Ichigo yang melihat pemandangan itu langsung , tidak berkutik. Namun, dengan kutukan yang ia terima sejak lahir, ia hanya diam tanpa merasakan apapun .


"Emm?!!." Seseorang menutup mulut Ichigo dengan kain merah dan menarik Ichigo ke balik pohon gelap.Ternyata orang yang membawa Ichigo adalah teman sepermainan Ichigo,namanya adalah Night Snow dari keluarga Duke snow yang berperan besar untuk keamanan kerajaan, memiliki mata khas berwarna biru tua.


" Hey Ichigo!, Karena aku tidak bisa memegang tanganmu, untuk menarik mu, aku sarankan pakai tali ini!, Agar kita tidak berpisah di jalan." Night berbisik pada Ichigo, dengan nada sedikit gemetar, dan senyum paksa yang ia perlihatkan.


"Tapi bagaimana kalau kau di serang mereka. . .Bukankah lebih baik kau meninggalkanku dan pergi menyelamatkan dirimu sendiri?". Ichigo muka datar, namun tatapan yang ia perlihatkan sangatlah tajam.


"Yah aku bukan orang yang mengkhianati kawan ku, tapi kalau aku mati, tolong tinggalkan mayat ku dan pergi dengan tali yang ku berikan ini ." Kata Night sambil tersenyum.


Ichigo mengangguk.

Mereka lari ke luar pulau di mana laut untuk mereka menyeberang adalah habitat dari hiu es dan duyung es.


Night menyadari kalau hiu dan duyung es tidak akan menyerang mereka, itu dimuat dalam buku pembelajaran.


Merasa telah berlari cukup jauh, Night memutuskan mereka untuk beristirahat sejenak.


Night menyelonjorkan kaki, dan melihat ke atas pohon.

Ia melihat buah kelapa.

“ ah meminumnya pasti menyegarkan.”


Night pun berdiri kembali.

“Aku akan mengambilkan itu untukmu juga!.”


“Tapi Night. . . kalau kau memanjat, mereka akan tahu lokasi kita.”Jawab Ichigo.


Night tersenyum sebentar.

“Tenang saja, jika itu terjadi, dilihat dari adanya pohon ini, kita sudah dekat dengan laut, kalau terjadi apa apa padaku, kau harus meninggalkan ku.” Night pun memanjat pohon itu.


Ia memetik buah kelapa, dan menunjukkannya pada Ichigo.

“Lihat aku dapat kan!.”


Lalu sebuah panah melesat mengenai kaki Night.


Ia terjatuh dari pohon tersebut, Berteriak kesakitan di samping Ichigo.

Ichigo melihat luka Night yang ternyata panah tersebut diberi racun mematikan, itu terlihat pada ruam luka menjadi hitam dengan cepat, Ichigo tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada obat untuk mengobati racun tersebut , dia hanya bisa memperbanyak dengan hati hati dan terus berjalan.


5 hari berlalu


Saat hampir mencapai perairan , ternyata racun dari panah tadi sudah menyebar, dan membuat Night sudah tidak bisa lagi diselamatkan.


Night menghentikan langkah kakinya.

" Ada apa?." Ichigo bertanya.


"Aku mungkin sudah waktunya , lebih baik pangeran cepatlah pergi !


Ingat soal wasiat ku, tolong bawa tali itu untuk ku ! Oke?.


Sampai. . . jumpa.. ." Kata Night di saat saat terakhir nya dengan mata sayu dan kulit yang pucat.


"Baiklah, ku mohon kau harus tenang di sana, terimakasih telah membantu ku." Jawab Ichigo dengan nada dingin, berdiri di depan mayat Night.


Tiba tiba kartu muncul dari mayat Night, kartu dengan lambang keluarga Snow di depan dengan lambang sayap perisai di belakang .


Ichigo reflek membeku, lalu mengambil kartu tersebut, sebuah cahaya keluar dari kartu , cahaya itu membentuk sosok Night.


Pupil mata ichigo berubah corak menjadi permata, menggantikan tangis yang seharusnya ada, di saat bersamaan pasukan dari orang yang membunuh keluarga dan juga rakyat nya . Ternyata wanita itu adalah dewan semesta tipe peperangan dan persenjataan.


Sang dewan persenjataan menodong pedangnya ke arah Ichigo.


"Menyerah lah! Wahai reinkarnasi sang nona."


Para pasukan berteriak untuk membuat Ichigo menyerah, dan pergi dengan mereka. Tetapi dikarenakan apa yang telah ia lihat, ia tahu bahwa yang dilakukan dewan peperangan adalah hal yang salah, Ichigo akhirnya lari meninggalkan mayat Night, sesuai dengan wasiat nya .


Kedinginan dan kelelahan, Ichigo sekarang terpojok, di belakangnya hanya ada air dingin habitat hiu dan duyung es, tidak ada perahu sama sekali . Rencana awal Ichigo adalah membuat perahu dengan sihir Night karena Ichigo belum mempelajari nya .


Di depan nya hanya ada pasukan musuh menanti, dengan pasrah Ichigo menenggelamkan dirinya , dan berharap agar hiu es memakannya tanpa rasa sakit .


Para hiu mengerumuninya, lalu di antara kerumunan hiu, sang duyung es datang menghampiri.


Duyung es itu tersenyum, ia memegang pipi Ichigo.

“Kenapa kau bisa. . .”Tanya Ichigo sebelum ia pingsan.

Duyung itu membawa Ichigo  ke pantai pulau sebrang


Duyung es itu tersenyum, memegang pipi, mengusap rambut, bahkan memberikan Ichigo sebuah tas kecil.


Ichigo terbangun dalam keadaan hampa.



hanya dia sendiri yang selamat


ichigo kemudian meraba raba tubuhnya, dan mendapati bahwa tas portal penyimpanan kerajaan Winter telah berada di sampingnya.


“Mungkinkah duyung tadi. . .”

Ichigo pun membungkuk ke arah laut, untuk menghormati duyung yang membantunya itu, dan mulai melanjutkan perjalanannya.


2 bulan berlalu sejak kejadian itu, Ichigo masih berada di pulau seberang kerajaan Winter.

Ia pun tiba di pinggir jurang berbatasan dengan gurun tandus.


Ichigo pun melihat kebawah untuk mengecek kedalaman nya.

“Wah ini lumayan dalam, aku bahkan tidak bisa melihat dasarnya karena kabut.”


Tanah pada tangan Ichigo mulai retak, tanda bahwa tanah disana sangatlah rapuh.


Kemudian seekor burung besar yang tidak diketahui, melesat ke arah Ichigo.


Ia mencoba menghindari Burun besar itu, dan malah terjatuh ke dalam jurang.


Sebelum benar benar terjatuh, ia memegang akar pohon kecil dengan seluruh kekuatan yang ia punya.


Namun, akar itu tidak cukup kuat untuk menopang dirinya, hingga akhirnya akar pohon patah dan membuatnya terjatuh.


Pandangan Ichigo kemudian menjadi gelap seketika.


Ia bertanya pada dirinya sendiri.”Apa yang sebenarnya terjadi?.” Hingga Ichigo melihat ke atas kaktus.


Ichigo menemukan tubuhnya tersangkut di atas kaktus.


kepalanya pecah oleh batuan tajam yang membuat otak keluar berserakan, tubuhnya pun robek oleh duri kaktus, yang membuat organ dalamnya terberai berai.


" Apa yang terjadi ?, Apa itu tubuh ku ?, Apa aku sudah mati?, Apa yang terjadi ?."Pikiran Ichigo dipenuhi pertanyaan aneh.


Ia membalikkan pandangan, lalu melanjutkan perjalanan nya menelusuri gurun.


“Ini juga pasti kutukan yang diberikan olehnya.”


To be continued


Penulis = nexus venus


Ilustrasi= nexus venus


Ketuk paragraf mana pun utk membagikan kutipannya

Kutipan dari paragraf yang Anda klik -- edit dulu kalau perlu (bisa dipersempit ke kalimat/kata tertentu), lalu bagikan.

0 / 500
Bagikan ke:
Bab Selanjutnya

Suka ( 2)
Komentar ( 1)
Rayn Moorids · 29 Aug 2026 11:18

Moga banyak genre kek gini di sini

Daftar Bab