"Ketika cinta, bakti, dan takdir saling bertabrakan, kepada siapa hati harus berlabuh?" Fawaz Abdul Malik hanyalah seorang pemuda sederhana. Sebagai tulang punggung keluarga yang harus menyelesaikan kuliah dengan tertatih-tatih, ia sadar diri. Ia memilih memendam dalam-dalam perasaannya terhadap Sarah Amelia, seorang dokter muda yang cerdas, enerjik, dan memikat. Terlebih lagi, ketika ia tahu Fahri, adiknya yang sukses dan bergelimang pesona, juga menaruh hati pada gadis yang sama. Demi sang adik, Malik memilih mundur perlahan, tak menyadari bahwa hati Sarah sebenarnya terpaut padanya. Dalam usahanya menghapus luka, takdir Allah menuntun langkah Malik pada Syahnaz. Sosok gadis anggun, berpendidikan tinggi, dan salehah yang akhirnya memenangkan hati Malik. Keduanya mengikat janji suci. Malik bertekad membangun cinta yang utuh dan menghapus nama Sarah untuk selamanya dari relung hatinya. Bahagia seolah sudah berada di genggaman. Namun, ombak cobaan datang menghantam tanpa ampun. Sang ibunda tercinta terserang penyakit yang merenggut sebagian ingatannya. Sang ibu tak lagi mengenali Syahnaz sebagai menantu di rumah itu, dan ironisnya, justru menginginkan Sarah untuk kembali hadir mengisi hidup putranya. Di satu sisi, ada air mata istri yang sangat ia cintai, dan di sisi lain, ada bakti kepada ibu yang surganya berada di bawah telapak kakinya. Di persimpangan jalan yang mengoyak batin, mampukah Malik mempertahankan ikatan sucinya? Ataukah ia harus menyerah pada takdir yang memaksanya membuka kembali lembaran masa lalu? Sebuah novel yang menggetarkan hati, sarat akan pesan-pesan indah dari Al-Qur'an dan Hadis. Membawa kita pada perenungan mendalam, bahwa tidak ada satupun urusan di dunia ini yang terjadi tanpa kehendak-Nya, dan tentang bagaimana kita seharusnya memaknai cinta yang hakiki.
Suka & komentar per bab tersedia di halaman baca tiap bab.
Belum ada ulasan.